Namun resistor yang terlalu kecil (atau baterai yang terlalu besar) akan menyebabkan LED menjadi panas dan terbakar. Peringatan . Besi solder cukup panas untuk menyebabkan luka bakar tingkat 3 parah; gunakan dengan hati-hati saat menyolder. Hindari menghirup asap dari solder yang meleleh. Asap solder mengandung jejak timbal, neurotoxin yang Tutorialcara memasang lnb parabola c band - Ketika akan memasang LNB parabola sebaiknya dilakukan dengan cara yang benar agar memudahkan kita ketika melakukan tracking satelit.Lnb pada parabola berfungsi untuk menerima sinyal yang dipantulkan oleh jaring parabola. Sinyal ini nantinya akan diolah dan ditransmisikan ke receiver melalui kabel antena. Fisikastudycentercom- Cara memasang amperemeter dan voltmeter untuk pengukuran besaran kuat arus dan tegangan listrik pada sebuah rangkaian listrik. Materi : Listrik Dinamis. Kelas : 9 SMP / 10 SMA. Akan diukur kuat arus rangkaian, yaitu arus utama yang melalui L1, kemudian diukur juga arus yang melalui percabangan L2 dan L3 yang disusun TATACARA AMBIL AIR WUDHU YANG BENAR KaylynsSutton from kali ini kami ingin membagikan tips merawat filter dengan benar. Untuk pembelian filter dengan harga terbaik, bisa disini: Nah untuk memperlancar ai tersebut tandon harus ditaruh ke tempat yang lebih tinggi seperti di atap rumah lantai 2. Caramemasang relay untuk klakson dan lampu tambahan. Cara memasang relay lampu pada motor. Cara penyambungannya sama seperti teknik yang pertama anda bisa mengalihkan arus 30 relay lampu ke baterai ataupun menambahkan relay baru. Misalnya pada penggunaan lampu atau klakson yang terdapat di mobil atau sepeda motor, dimana memerlukan perpindahan Yangmembedakan diantara ketiganya adalah slot yang di gunakan jadi dalam pemasangan vga card hanya akan berbeda pada letaknya saja. cara memasang vga card tidaklah sulit dan dapat di lakukan siapa saja yang mau berusaha karena tidak harus memerlukan keahlian khusus hanya jika ingin memasang vga card harus hati hati. Bagaimanacara memasang resistor ballast pengapian? Menghubungkan resistor pemberat adalah proyek yang cukup mudah, tetapi Anda harus memperhatikan kabelnya. Langkah 1: Tentukan apakah Resistor Ballast Diperlukan. Langkah 2: Cari Ballast Resistor di sepanjang Firewall. Langkah 3: Bor Lubang untuk Mengamankan Resistor. Langkah 4: Pasang Resistor yDnj. Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Resistor? Mungkin anda pernah mendengar kata Resistor? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, fungsi, jenis, sifat, cara kerjanya. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Resistor Resistor merupakan suatu komponen elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik yang paling sering ditemukan dalam Rangkaian Elektronika. Hampir setiap peralatan Elektronika menggunakannya. Pada dasarnya Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Resistor atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf “R”. Satuan Hambatan atau Resistansi Resistor adalah OHM . Sebutan “OHM” ini diambil dari nama penemunya yaitu Georg Simon Ohm yang juga merupakan seorang Fisikawan Jerman. Dalam membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika, Resistor bekerja berdasarkan Hukum Ohm. Fungsi Resistor Berikut adalah beberapa fungsi Resistor antara lain sebagai berikut Sebagai alat untuk menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian elektronika. sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian Sebagai alat untuk membagi arus Sebagai alat untuk menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian elektronika. Sebagai alat untuk membagi tegangan. Sebagai alat untuk membangkitkan frekuensi tinggi dan frekuensi rendah dengan bantuan transistor daan kondensator kapasitor. Jenis-Jenis Resistor Berikut adalah beberapa jenis- jenis resistor diantaranya sebagai berikut 1. Resistor tetap Resistor Tetap merupakan jenis resistor yang paling banyak digunakan. Resistor ini digunakan di sirkuit elektronik untuk mengatur kondisi yang tepat di sirkuit. Nilai-nilainya ditentukan selama fase desain sirkuit dan nilai-nilai tersebut tidak perlu diubah untuk “menyesuaikan” sirkuit. Ada banyak jenis resistor yang dapat digunakan dalam keadaan yang berbeda. Berikut adalah klasifikasi macam-macam resistor tetep yakni Carbon Composition Resistor Resistor Komposisi Karbon merupakan jenis Carbon Composistion yang terbuat dari komposisi karbon halus yang dicampur dengan bahan isolasi bubuk sebagai pengikatnya binder agar mendapatkan nilai resistansi yang diinginkan. Semakin banyak bahan karbonnya semakin rendah pula nilai resistansi atau nilai hambatannya. Nilai Resistansi yang sering ditemukan di pasaran untuk Resistor jenis Carbon Composistion Resistor ini biasanya berkisar dari 1 sampai 200M dengan daya 1/10W sampai 2W. Carbon Film Resistor Resistor Film Karbon merupakan jenis Carbon Film yang terdiri dari filem tipis karbon yang diendapkan Subtrat isolator yang dipotong berbentuk spiral. Nilai resistansinya tergantung pada proporsi karbon dan isolator. Semakin banyak bahan karbonnya semakin rendah pula nilai resistansinya. Keuntungan Carbon Film Resistor ini adalah dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah dan juga rendahnya kepekaan terhadap suhu jika dibandingkan dnegan Carbon Composition Resistor. Nilai Resistansi Carbon Film Resistor yang tersedia di pasaran biasanya berkisar diantara 1 sampai 10M dengan daya 1/6W hingga 5W. Karena rendahnya kepekaan terhadap suhu, Carbon Film Resistor dapat bekerja di suhu yang berkisar dari -55°C hingga 155°C. Metal Film Resistor Resistor Film Logam merupakan jenis Resistor yang dilapisi dengan Film logam yang tipis ke Subtrat Keramik dan dipotong berbentuk spiral. Nilai Resistansinya dipengaruhi oleh panjang, lebar dan ketebalan spiral logam. Secara keseluruhan, Resistor jenis Metal Film ini merupakan yang terbaik diantara jenis-jenis Resistor yang ada Carbon Composition Resistor dan Carbon Film Resistor. 2. Resistor variabel Resistor Variabel merupakan jenis resistor yang terdiri dari beberapa elemen resistor tetap dan slider yang menyentuh elemen resistor utama. Ini memberikan tiga koneksi ke komponen dua terhubung ke elemen tetap dan yang ketiga adalah slider. Dengan cara ini komponen bertindak sebagai pembagi potensial variabel jika ketiga koneksi digunakan. Dimungkinkan untuk terhubung ke slider dan satu ujung untuk menyediakan resistor dengan hambatan variabel. Resistor variabel dan potensiometer banyak digunakan untuk semua bentuk kontrol mulai dari kontrol volume pada radio dan slider di mixer audio hingga sejumlah area di mana diperlukan resistensi variabel. Ketatnya potensiometer adalah komponen dimana ada resistor tetap yang memiliki slider untuk memberikan pembagian potensial dari tegangan di atas. Berikut adalah klasifikasi macam-macam resistor variabel antara lain sebagai berikut Potensiometer merupakan jenis Variable Resistor yang nilai resistansinya dapat berubah-ubah dengan cara memutar porosnya melalui sebuah Tuas yang terdapat pada Potensiometer. Nilai Resistansi Potensiometer biasanya tertulis di badan Potensiometer dalam bentuk kode angka. Rheostat merupakan jenis Variable Resistor yang dapat beroperasi pada Tegangan dan Arus yang tinggi. Rheostat terbuat dari lilitan kawat resistif dan pengaturan Nilai Resistansi dilakukan dengan penyapu yang bergerak pada bagian atas Toroid. Preset Resistor atau sering juga disebut dengan Trimpot Trimmer Potensiometer adalah jenis Variable Resistor yang berfungsi seperti Potensiometer tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil dan tidak memiliki Tuas. Untuk mengatur nilai resistansinya, dibutuhkan alat bantu seperti Obeng kecil untuk dapat memutar porosnya. Sifat Resistor Resistor merupakan salah satu komponen elektronika yang bersifat pasif dimana komponen ini tidak membutuhan arus listrik untuk berkerja. Resistor memiliki sifat menghambat arus listrik dan resistor sendiri memiliki nilai besaran hambatan yaitu ohm dan dituliskan dengan simbol . Resistor disimbolkan dengan huruf R. dan mempunyai satuan ohm, resistor ditemukan pada tahun 1787 oleh seorang ahli fisika yang bernama George Ohm dari bangsa jerman. Hubungan antara hambatan, tegangan, dan arus, dapat disimpulkan melalui hukum berikut ini, yang terkenal sebagai hukum Ohm. Cara Kerja Resistor Cara kerja dari resistor ini cukup simple yaitu menghambat arus yang mengalir dari ujung kutub yang satu ke ujug kutub yang lain dengan nilai hambatan bervariasi sesuai yang tertera pada resistor tersebut yang kemudian arus dialirkan lagi ke komponen elektronika yang membutuhkan arus lebih kecil sehingga komponen elektronika ini dapat terpelihara keawetannya. Selain sebagai pembatas arus resistor memiliki fungsi lain diantaranya adalah pembagi arus,penurun arus,dan pembagi tegangan. Harga resistor ini sendiri untuk seluruh komponen dasar elektronika adalah yang paling murah dengan kisaran harga sampai tergantung bentuk,bahan pembuat serta besarnya nilai hambatan didalamnya. Demikian Penjelasan Materi Tentang Resistor adalah Pengertian, Fungsi, Jenis, Sifat, Cara Kerjanya Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi Sering kali kita sebagai teknisi membutuhkan nilai resistor yang tepat untuk pengganti resistor rusak karena terbakar atau putus karena sebab yang tidak diketahui. Dan seringkali dibutuhkan rangkaian seri atau rangkaian paralel untuk bisa mendapat nilai resistor yang resistor di suatu rangkaian yang memang benar benar terbakar sehingga tidak kelihatan gelang warna resistor nya bisa dicek artikel mengetahui nilai resistor yang terbakar tapi sebelumnya tentu saja wajib mengetahui cara menghitung resistor karena itu referensi tentang berapa saja nilai resistor yang terdapat di pasaran sangat diperlukan. Dan kebanyakan teknisi tidak tahu atau mungkin tidak sadar bahwa resistor karbon atau yang biasa disebut resistor dengan toleransi 5% memiliki lebih sedikit variasi nilai jika dibandingkan dengan resistor metal film / resistor 1%.Daftar Nilai ResistorBerikut merupakan daftar nilai resistor yang saya maksud Bagi yang belum tahu bentuknya, umumnya seperti dibawah ini bentuk resistor karbon dengan toleransi 5% Sedangkan untuk resistor metal film seperti dibawah ini Oia untuk harga dari resistor metal film ini juga relatif mahal ya karena toleransi kesalahan nilai hambatannya juga memang rendah yaitu hanya 1% sehingga cocok untuk rangkaian yang memerlukan nilai presisi yang tinggi seperti contohnya osilator pada rangkaian semoga artikel tentang daftar nilai resistor yang terdapat di pasaran ini bisa bermanfaat. Teknisi adalah sarana sharing teknisi yang berpengalaman di bidang elektronika dan kelistrikan serta banyak menulis artikel tentang instalasi, reparasi dan tutorial seputar dunia elektronikaArtikel Yang Berhubungan Perhitungan resistor wajib dipahami untuk kamu yang ingin melakukan pengukuran pada rangkaian elektronika. Resistor sendiri merupakan komponen dasar dari elektronika yang biasa digunakan untuk membatasi sebuah arus. Disebut sebagai komponen besar, karena memiliki fungsi yang penting. Kamu juga bisa menggunakan tools kalkulator untuk perhtingan tersebut. fungsinya tetap sama yaitu menghitung warna resistor dengan 4 warna, 5 bahkan 6. Tools tersebut cenderung lebih mudah untuk digunakan. Kamu hanya tinggal memilih warnanya pada setiap gelang resistornya. Untuk kamu para pemula tidak perlu khawatir karena untuk melakukan perhitungan resistor tidak serumit yang dibayangkan. Jadi, bisa dilakukan oleh semua orang dengan mudah apabila sudah dipelajari dan dipahami dengan benar. Kamu juga bisa mencari beberapa contoh kasusnya. Semua peralatan elektronika membutuhkan sebuah aliran listrik dengan berbagai kapasitas yang berbeda. Sehingga alat tersebut akan berguna untuk bisa mengalirkan tegangan yang cukup besar dari sumber utamanya. Dengan begitu, arus listrik pada rangkaian akan diterima dalam jumlah besar. Hal tersebut mengakibatkan diperlukannya sebuah komponen listrik yang memiliki fungsi untuk menghambat sebuah tegangan listrik yang bernama resistor. Tujuannya agar arus pada tegangan listrik dapat mengalir pada suatu rangkaian dengan jumlah yang bisa disesuaikan dengan kapasitas. Jenis Resistor yang Wajib Diketahui Perlu menjadi perhatian bahwa terdapat beberapa jenis resistor yang wajib diketahui untuk menjadi pembelajaran dan juga pemahaman. Tujuannya agar tidak keliru saat proses pengukuran. Karena setiap jenis memilikipembuatan yang berbeda. Berikut merupakan jenis resistor yang wajib diketahui Variable Resistor Resistor variable sendiri merupakan sebuah jenis resistor yang memiliki sebuah nilai resistansi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan saat proses pengukuran. Terdapat 3 jenis variabelnya yaitu Rheostat, potensiometer dan juga trimpot atau yang biasa disebut dengan preset resistor. LDR LDR yang dimaksud adalah light dependent resistor yang merupakan salah satu jenis yang tergantung pada sebuah cahaya yang diterima. Dapat dikatakan bahwa sebuah nilai resistor pada jenis yang satu ini akan sangat dipengaruhi oleh sebuah intensitas cahaya yang masuk. Thermal Resistor Thermal resistor menjadi salah satu thermistor yang ada di dalam jenis resistor yang nilai resistansinya dapat dipengaruhi oleh sebuah temperature suhu. Terdapat dua jenis dalam thermal resistor yaitu NTC, dan juga thermistor PTC yang wajib dipelajari dan dipahami. Resistor Tetap Resistor tetap merupakan salah satu jenis yang wajib dipahami, karena biasanya pada pengukur menggunakan resistor tetap untuk bisa mempunyai nilai resistansi yang tetap. Hal tersebut ditandai oleh 3 warna berbeda berdasarkan dari bahan pembuatannya. Tiga warna tersebut adalah resistor komposisi karbon atau carbon composition resistor, resistor film logam atau metal film resistor dan resistor film karbon atau carbon film resistor. Untuk melakukan sebuah pengukuran, kamu harus memahami dari 3 komponen warna tersebut. Cara Melakukan Perhitungan Resistor Terdapat beberapa kode warna yang wajib dipahami lebih dulu sebelum hendak melakukan sebuah penghitungan pada suatu resistor. Cara hitungnya juga akan berbeda sesuai komponen warna yang dipilih. Berikut merupakan beberapa cara dalam melakukan perhitungan resistor. Kode Warna Resistor 4 Warna Pada resistor 4 warna memiliki 4 warna saja. warna pertama akan menunjukkan digit pertama, gelang kedua menunjukkan digit kedua, gelang ke tiga menunjukkan perpangkatan sepuluh lalu gelang ke empat menunjukkan nilai toleransinya. Hal ini wajib untuk dipahami untuk memudahkan perhitungan. Contoh kasus yang bisa dilihat dari warna resistor yang diberikan coklat, coklat, merah emas lalu berapa nilai dalam sebuah ketahanan resistornya? Jawabannya bisa kamu cari melalui 1 coklat 1 coklat x 10 pangkat 2 merah dengan melakukan toleransi 5% sehingga hasilnya 1100 Ohm 5%. Kode Warna Resistor 5 Warna Berbeda dengan resistor 4 warna, pada 5 warna tidak memiliki perbedaan yang jauh. Jika pada 4 warna digit angka yang digunakan batasnya 2, pada 5 warna bisa mempunyai 3 digit angka. Warna pertama digunakan untuk digit pertama, kedua digunakan untuk digit kedua, ketiga digunakan digit ketiga dan keempat digunakan untuk perpangkatan 10, serta nilai toleransinya. Pada perhitungan kode 5 warna bisa disesuaikan dengan rumus pada warna resistor 4. Perhatikan beberapa warna yang digunakan dan kadar toleransinya. Untuk setiap pengukuran membutuhkan perhitungan yang teliti agar bisa mengetahui sebuah ketahanan resistor. Kode Warna Resistor 6 Warna Pada kode warna resistor 6 warna sendiri hampi sama persis dengan kode 4 warna serta 5 warna. Hanya saja pada resistor 6 warna menggunakan toleransi dalam bentuk suhunya atau yang biasa disebut dengan temperature koefisien. Jadi, pada tingkat kesulitannya tidak akan terlalu sulit. Pada kode resistor 6 warna mempunyai 6 kotak yang harus diisi, kotak pertama untuk digit 1, kotak kedua untuk digit 2, kota ketiga untuk digit 3, kotak keempat untuk pangkat 10, kotak kelima untuk toleransinya dan kota keenam untuk temperature koefesiennya. Fungsi pada Resistor yang Wajib Dipahami Terdapat berbagai fungsi pada sebuah resistor yang bisa menjadi sebuah acuan untuk kamu agar bisa menggunakannya dengan baik sesuai dengan fungsinya. Jika sebuah alat elektronik membutuhkan perhitungan resistor, maka sesuaikan dengan fungsi pada resistor tersebut. Membatasi Aliran Arus Fungsi pertama yang ada pada resistor adalah membatasi sebuah aliran arus. Resistor akan menahan arus serta memperkecil besaran arus. Pada besar resistansinya atau kemampua menahan arus resistor akan disesuaikan dengan kebutuhan sebuah perangkat elektronika. Membagi Tegangan Lanjut dengan fungsi kedua dari resistor yang adalah membagi tegangan. Resistor mampu membagi tegangan dengan memasang secara seri. Hal tersebut dikenal dengan rangkaian pembagi tegangan. Pada rangkaian pembagi dapat membagi tegangan menjadi lebih kecil dalam dua maupun beberapa jalur melalui aliran arus yang sama. Memperlambat Waktu Pengisian Kapasitor Kemudian resistor berfungsi untuk memperlambat waktu dalam pengisian kapasitor pada sebuah perangkat elektronika tertentu. Seperti yang sudah diketahui bahwa kapasitor merupakan sebuah komponen yang dapat menyimpan sebuah energi. Jadi semakin besar maka akan semakin cepat. Resistor yang dipasang sebelum kapasitor tersebut akan mempunyai kemampuan untuk memperkecil sebuah arus yang masuk melalui kapasitor. Hal tersebut mengakibatkan kapasitor akan terisi dengan lambat. Jadi, harus dipahami dengan baik. Melindungi Rangkaian Elektronika Untuk fungsi resistor selanjutnya adalah melindungi sirkuit dari kelebihan beban pada sebuah perangkat elektronik yang bisa mengakibatkan sebuah kerusakan pada sebuah perangkat elektronika, percikan api yang mengakibatkan kebakaran dan kenaikan suhu pada suatu pengukuran tertentu. Perhitungan resistor yang tepat akan memberikan hasil yang benar. Bisa dilihat dari berbagai fungsi penting pada resistor, sehingga kegunaanya bisa disesuaikan dengan jenis resistor yang digunakan. Pahami setiap kode warna, karena bisa berdampak pada sebuah hasil pengukurannya. Relasi Resistor Seri Dan Paralel – Resistor merupakan salah suatu jenis suku cadang elektronika nan banyak ditemui sreg suatu rangkaian elektronika. Dalam hal ini resistor memiliki fungsi sebagai komponen penghambat listrik. Selain itu, resistor juga bisa digunakan umpama pengatur arus setrum pada interelasi elektronika. Runcitruncit pengukuran resitor atau hambatan yaitu Ohm . Sreg satu rangkaian elektronika, resistor hambatan ini sah disimbolkan dengan lambang bunyi R Huruf R segara. Teradat diketahui bahwa nilai resistor nan diproduksi maka itu firma produksi resistor alias pereka cipta resistor bisa dibilang sangat kurang dan mengimak nilai tolok resistor kriteria value resistor. Maka dari itu, di pasaran Anda namun akan menemui tekor lebih sekitar 168 jenis nilai resistor. Bakal lebih jelasnya, berikut ini kami akan berikan sebuah grafik biji patokan resistor barometer value resistor yang cak semau di picisan Tabulasi Nilai Barometer Resistor Setelah mematamatai grafik diatas, mungkin Anda akan bingung apabila nilai resisor yang Dia inginkan tidak ada di kacangan. Seperti misalnya 400 kilo Ohm, 250 Ohm, maupun bahkan 6 kilo Ohm. Bilang nilai resistor tersebut memang tidak cak semau dalam daftar nilai standar resistor standar value resistor, makara Anda lain mungkin bisa menemukan beberapa nilai tersebut dipasaran. Namun Anda tidak perlu bingung, untuk memintasi kejadian ini Dia masih dapat menunggangi afiliasi terang atau bisa sekali lagi rangkaian pararel resistor bikin bisa mendapatkan skor resistor yang sesuai keinginan. Baca kembali Rangkaian Bohlam LED Kekeluargaan Seri Resistor Susunan seri resistor merupakan suatu rangkaian yang terdiri dari 2 alias lebih banyak resistor yang disusun dalam bentuk seri atau secara sejajar. Dengan menggunakan rangkaian kilat resistor ini maka Sira nantinya boleh mendapatkan ponten resistor pengalih sesuai kemauan. Berikut ini adalah rumus dari perkariban seri resistor Rtotal = R1 + R2 + R3 + ….. + Rfalak Dimana Rtotal = Kuantitas Nilai Resistor R1 = Resistor ke-1 R2 = Resistor ke-2 R3 = Resistor ke-3 Rt = Resistor ke-cakrawala Pages 1 2 3 4 Cara Membaca Resistor Resistor adalah komponen yang ada dalam sirkuit elektronik. Pada setiap sirkuit elektronik pasti terdapat Resistor, namun jarang yang memahami bagaimana cara membaca dalam kode warna maupun angka Resistor tersebut. Kali ini kami akan membahas tentang cara membaca resistor lengkap berdasarkan warna dan angka, Untuk lebih jelasnya simak pembahasan di bawah ini cara membaca resistor Pengertian Resistor Resistor adalah komponen elektronik yang mempunyai dua pin dan didesain guna mengatur tegangan listrik dan juga arus listrik. Resistor memiliki nilai resistansi tahanan tertentu yang mampu memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin tersebut, dimana nilai tegangan pada resistansi itu berbanding lurus dengan arus yang mengalir Resistor terdiri dari 2 bentuk yaitu Komponen Axial/Radial Komponen Chip. Perbedaannya adalah Komponen Axial/Radial nilai resistor memiliki kode warna sehingga dapat mengetahui nilainya dari warna tersebut. Sedangkan komponen chip nilainya terdiri dari kode tertentu sehingga dapat lebih mudah untuk mengetahuinya. Untuk mengetahui nilai suatu Resistor yaitu dengan cara memakai alat pengukur Ohm Meter atau MultiMeter. Satuan nilai untuk Resistor yaitu Ohm . Satuan Ohm simbol merupakan satuan SI untuk resistansi listrik, diambil dari sebuah nama yaitu Georg Ohm. Satuan yang dipakai prefix Ohm = Kilo Ohm = K Mega Ohm = M K = 1 000 M = 1 000 000 1. Menghitung Resistor Berdasarkan Kode Angka Perlu diketahui yaitu menghitung komponen Chip lebih mudah dibanding Komponen Axial seba tidak memakai kode warna. Untuk Komponen Chip kode yang dipakai yaitu angka jadi lebih mudah untuk dipahami. Contoh Kode Angka tertulis di badan Komponen Chip Resistor yaitu 4 7 3 Cara membacanya Masukkan Angka ke-1 = 4 Masukkan Angka ke-2 = 7 Masukkan Jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 3 nol atau kalikan dengan 10³ Maka nilainya yaitu Ohm atau 47 kilo Ohm 47 kOhm Contoh perhitungan yang lainnya 222 → 22 * 10² = Ohm 2,2 Kilo Ohm 103 → 10 * 10³ = Ohm 10 Kilo Ohm 334 → 33 * 104 = Ohm 330 Kilo Ohm Ada juga yang menggunakan kode angka seperti dibawah ini Tulisan R menandakan adanya koma decimal 4R7 = 4,7 Ohm 0R22 = 0,22 Ohm Keterangan rumus di atas yaitu Ohm = O Kilo Ohm = KO Mega Ohm = MO Ohm = 1 KO Ohm =1 MO kilo Ohm = 1 MO 2. Menghitung Resistor berdasarkan Kode Warna Seperti yang sudah kami katakan di atas bahwa nilai Resistor yang berbentuk Axial diwakili Warna-warna yang ada di tubuh body Resistor itu tersebut dalam bentuk Gelang. Umumnya ada 4 Gelang pada tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang warna Emas dan Perak umumnya ada edikit lebih jauh dari gelang warna lainnya untuk tanda gelang terakhir. Gelang Terakhir merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan. Berikut ini adalah tabel warna-warna yang ada di Tubuh Resistor 3. Menghitung resistor dengan 4 gelang warna Masukkan angka dari kode warna Gelang ke satu Coklat Masukkan angka dari kode warna Gelang ke dua Hitam Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke tiga atau pangkatkan angka dengan 10 10n Toleransi dari nilai Resistor Contoh Gelang ke satu Coklat = 1 Gelang ke dua Hitam = 0 Gelang ke tiga Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke dua atau kalikan 105 Gelang ke empat Perak = Toleransi 10% Jadi, nilai resistor adalah 10 * 105 = Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%. 4. Perhitungan untuk resistor dengan 5 gelang warna Masukkan angka dari kode warna Gelang ke satu pertama Masukkan angka dari kode warna Gelang ke dua Masukkan angka dari kode warna Gelang ke tiga Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke empat atau pangkatkan angka dengan 10 10n Toleransi dari nilai resistor Contoh Gelang ke satu Coklat = 1 Gelang ke dua Hitam = 0 Gelang ke tiga Hijau = 5 Gelang ke empat Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke dua atau kalikan 105 Gelang ke lima Perak = Toleransi 10% Jadi, nilai Resistor adalah 105 * 105 = Ohm 10,5 MOhm dengan toleransi 10%. Cara menghitung Toleransi Ohm dengan Toleransi 5% = 2200 – 5% = 2200 + 5% = Artinya nilai Resistor akan berkisar antara Ohm ~ Ohm Untuk mempermudah dalam menghafalkan warna resistor, kami menggunakan singkatan seperti berikut HI CO ME O KU JAU BI UNG A PU HItam, COklat, MErah, Orange, KUning. hiJAU, BIru, UNGu, Abu-abu, PUtih 5. Rangkuman Cara Membaca Resistor Dari semua cara membaca tersebut, untuk mempersingkat dengan cara umumnya dapat dilihat seperti gambar dibawah ini Itulah beberapa cara untuk membaca resistor, Namun untuk kamu yang ingin mengetahui beberapa kode pada warna resistor, Simak uraian di bawah ini Kode Warna Resistor Resistor aksial umumnya memakai pola pita warna untuk menunjukkan resistansi. Resistor pasang-permukaan ditandas dengan numerik jika cukup besar untuk dapat ditandai Biasanya resistor berukuran kecil yang sekarang dipakai terlalu kecil untuk ditandai. Kemasan umumnya cokelat muda, cokelat, biru, atau hijau, namun warna lain juga mungkin, seperti misalnya merah tua atau abu-abu. Berikut ini adalah berbagai kode warna resistor untuk panduan dalam menghafalnya Resistor pada awal abad ke-20 tidak diisolasi, dan dicelupkan ke cat untuk menutupi seluruh permukaan badan untuk pengkodean warna. Warna kedua diberikan di salah satu ujung, dan sebuah titik warna di tengah memberikan digit ketiga. Aturannya yaitu “badan, ujung, titik” memberikan urutan 2 digit resistansi dan pengali desimal. Toleransi dasarnya yaitu ±20%. Resistor dengan toleransi yang lebih rapat memakai warna perak ±10% ataupun emas ±5% pada ujung lainnya. Demikialah penjelasan yang kami sajikan, Semoga bermanfaat Artikel Terkait Rumus Hambatan Listrik Lengkap Rumus Rangkaian Paralel dan Seri

cara memasang resistor yang benar